Sabtu, 28 Juli 2012

Petunjuk Pemasangan WiFi Atau HotSpot Di Rumah

Access Point adalah perangkat networking yang digunakan untuk memberikan frekuensi tertentu agar bisa diterima oleh perangkat yang mendukung frekuensi tersebut, seperti Notebook, Handphone, Ipad, dll, sehingga kedua perangkat tersebut dapat berkomunikasi.
Cara kerja Access Point yaitu sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel, di access point inilah koneksi data/internet dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal semakin luas jangkauannya.
Wireless Router adalah perangkat yang fungsinya sama dengan access point, hanya saja ditambahkannya perangkat router, sehingga dapat terhubung dengan jaringan yang berbeda dan penggunaan alokasi IP Private jadi lebih banyak.
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau 802.11b, dimana masing-masing spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya. Jadi mutlak kita harus mengetahui spesifikasi perangkat Access Point atau Wireless Router yang akan kita gunakan.
HotSpot adalah area bersinyal yang merujuk pada tempat-tempat tertentu (biasanya tempat umum) yang memiliki layanan internet dengan menggunakan teknologi Wireless LAN, seperti pada perguruan tinggi/Universitas, mal, plaza, perpustakaan, cafe, restoran, dll.
Oke, cukup penjelasannya, kali ini saya langsung ke topik utama. Sebelum anda memasang WiFi, pastikan anda menggunakan koneksi internet ADSL (bukan USB GSM ataupun CDMA), di sini saya akan memberikan contoh pemasangan dengan menggunakan koneksi internet Speedy Paket Family.
Perangkat-perangkat yang perlu disiapkan:
1. Wireless Router (Saya pilih Wireless Router, karena menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan Acceess Point)
, dan yang saya gunakan di sini Wireless Router TP LINK TL-WR741ND
2. Kabel UTP (kurang lebih panjangnya 2 meter)
3. 2 buah Rj 45, Crimping tool, dan LAN tester
4. Secangkir kopi agar lebih relax..hehe
Langkah-langkah pengerjaan:
1. Buat 2 buah kabel UTP tipe Straight dengan menggunakan tool no 3.
2. Pasangkan 1 kabel pada port LAN Wireless Router dan port ethernet/LAN Card pada PC (pastikan terhubung dengan melakukan ping 192.168.1.1)
3. Buka browser, dan ketikkan pada address bar 192.168.1.1, masukan username: admin password: admin, maka akan keluar tampilan konfigurasi TP LINK, di sini anda langsung masuk ke menu Network – LAN, dan isikan IP Address: 192.168.2.1 , Subnet Mask: 255.255.255.0, kemudian pilih Save.
Berikut tampilannya:

Biasanya setelah anda ubah IPnya, anda diminta menunggu karena halaman akan melakukan reload sendiri, tapi apabila tidak, anda tinggal ubah alamat pada browser 192.168.2.1, mengikuti alamat LAN pada Wireless.
(Sebelum anda memberi alamat IP tersebut, terlebih dahulu anda perlu mengetahui alamat IP modem anda, atau nanti modem anda yang menyesuaikan alamatya dengan konfigruasi pada TP LINK)
4. Anda masuk ke menu Network – WAN, dan isikan IP Address: 192.168.1.2 , Subnet Mask: 255.255.255.0 , Default Gateway: 192.168.1.1 –> alamat IP modem, kemudian isikan Primary DNS: 202.134.0.61 –> alamat DNS Telkom , Secondary DNS: 8.8.8.8 –> alamat DNS Google, kemudian pilih Save.
Berikut tampilannya:


5. Masuk ke menu Wireless – Wireless Setting, dan isikan SSID: nama wireless, Region: Negara Tempat Tinggal, Channel: Auto, dan pastikan tanda check pada Enable Wireless Router Radio dan Enable SSID Broadcast.
Berikut tampilannya:

6. Masuk ke menu Wireless – Wireless Security, beri tanda check pada WPA-PSK/WPA2-PSK , pilih Version: Automatic , dan Encryption: Automatic , PSK Password: password_anda, kemudian pilih Save.
Berikut tampilannya:

6. Masuk ke menu DHCP, dan berikan alamat yang anda gunakan untuk mengalokasikan IP DHCP yang akan diberikan kepada user. Aktifkan DHCP Server: Enable , Start IP Address: 192.168.2.100 , End IP Address: 192.168.2.199 , Address Lease Time: 1000 , Default Gateway: 192.168.2.1 –> alamat IP LAN Wireless Router , kemudian isikan Primary DNS: 202.134.0.61 –> alamat DNS Telkom , Secondary DNS: 8.8.8.8 –> alamat DNS Google , kemudian pilih Save.
Berikut tampilannya:

7. Setelah selesai lepaskan kabel UTP dan coba anda hubungkan 1 kabel pada port WAN Wireless Router dan modem ADSL anda, dan kabel yang satu lagi pada port LAN Wireless Router dan port ethernet/LAN card pada PC.
8. Nyalakan Modem dan Wireless Router anda, dan pastikan keduanya menyala dan saling terhubung.
ping 192.168.1.1, ping 192.168.2.1, ping 202.134.0.61, apabila semuanya lancar, cobalah anda coba browsing pada PC.
9. Selamat mencoba dengan menggunakan laptop anda.

Selasa, 17 Juli 2012

IZIN PRODI TERBIT, OTOMATIS TERAKREDITASI

PENDIDIKAN
Selasa, 17 Juli 2012 , 18:35:00

JAKARTA--Perguruan tinggi akan mendapatkan akreditasi secara otomatis baik untuk penyelenggaraan institusi maupun program studi (prodi) pada saat memperoleh izin penyelenggaraan. Ketentuan tersebut diatur melalui Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang telah disahkan menjadi UU Dikti oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 13 Juli 2012 lalu.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemdikbud) Djoko Santoso menyampaikan, kendala yang dihadapi selama ini adalah banyaknya program studi yang belum terakreditasi sehingga tidak bisa mengeluarkan ijazah. Hal ini disebabkan tidak terpenuhinya batas waktu akreditasi yaitu pada 16 Mei lalu atau tujuh tahun sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

"Padahal yang belum mengeluarkan akreditasi jumlahnya empat ribu (prodi)," terang Djoko di Jakarta, Selasa (17/7).

Djoko menyampaikan, menurut UU Dikti, institusi atau prodi yang telah mendapatkan izin penyelenggaraan maka berakreditasi minimum C. Dengan demikian, kata dia, sudah dapat mengeluarkan ijazah. "Jadi ini akreditasi minimum institusi. Program studi juga minimum begitu izinnya terbit. Akreditasi berikutnya adalah apakah menjadi lebih baik atau sebaliknya, mestinya lebih baik," katanya.

Mantan Rektor ITB ini menerangkan, pendirian prodi baru harus  memenuhi syarat minimum akreditasi, sehingga pada saat izin prodi keluar, otomatis sudah terakreditasi minimum. Untuk mengeluarkan izin akreditasi, kata Djoko, dilihat dari terpenuhinya standar nasional pendidikan tinggi. "Standarnya meliputi delapan standar nasional pendidikan (SNP) ditambah dengan standar penelitian dan standar pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

Terkait penjaminan mutu, lanjut Djoko, saat ini secara internal dilakukan oleh masing-masing perguruan tinggi. Kemudian,secara eksternal dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). "Ke depan ada lembaga akreditasi mandiri (LAM) yang melakukan akreditasi berdasarkan kepada profesi dan berdasarkan wilayah. Misalnya saja, kedokteran, akuntansi, arsitektur, bisa membuat sendiri. Jadi bisa banyak yang melakukan akreditasi," katanya. (Cha/jpnn)

Minggu, 08 Juli 2012

LAMICITRA NUSANTARA Serius Garap Kawasan Industri



SURABAYA: PT Lamicitra Nusantara Tbk semakin serius menekuni sektor usaha lama berupa kawasan industri dan pengembangan pelabuhan melalui sejumlah anak usaha guna memacu kinerja perusahaan yang berkantor pusat di Surabaya itu.
 
Sementara itu hasil RUPS untuk tahun buku 2011 menyebutkan perusahaan yang berdiri pada 1988 dan mulai masuk bursa pada 2001 itu mengalami kinerja positif terlihat dari pendapatan yang meningkat 23,77% pada 2011 dibandingkan raihan 2010, serta perolehan laba yang naik 59% pada
2011 dibandingkan tahun sebelumnya.
 
 
Direktur  PT Lamicitra Nusantara Priyo Setyobudi mengatakan pihaknya memang akan semakin serius untuk melakukan pengembangan maupun perluasan kawasan industri termasuk pelabuhan di beberapa wilayah yaitu di Semarang serta Madura.
 
“Khusus untuk wilayah Semarang, manajemen telah memiliki TEPZ [Tanjung Emas Eksport Processing Zone] yang dikelola anak peusahaan PT Wira Tangguh Dharmacitra akan memperluas lahan termasuk pengembangan layanan usaha bagi kawasan insutri berikat itu. Ini dilakukan mengingat prospek usaha KI [kawasan industri] sangat prospektif,” kata Priyo kepada Bisnis hari ini, Minggu (1/7/2012).
 
Rencananya, lanjut Priyo, pihaknya tengah merencanakan penambahan luasan KI di TEPZ meski kini tengah dilakukan proses survei kelayakannya.
 
“Upaya ini akan ditunjang dengan penyediaan SFB [Standart Factory Building] yang aktivitas marketingnya telah dilakukan hingga ke manca negara guna menarik investor asing agar datang menanamkan modalnya pada TEPZ,” ujarnya.
 
 
Priyo menegaskan pihaknya juga masih tetap konsisten dengan proyek jangka panjangnya untuk mendirikan Kota Industri dan Pelabuhan di Socah, Kabupaten Bangkalan seiring perkembangan Madura pasca beroperasinya Jembatan Suramadu.
 
“Manajemen melalui anak perusahaan PT MISI [Madura Industri Seaport City] guna mengembangkan kota pelabuhan dan industri terpadu di Socah. Areal yang akan digunakan mencapai 12.000 hektare. Untuk tahap awal proyek MISI akan menelan dana sekitar Rp5 triliun,” kata Priyo.
 
Proyek MISI sendiri, kata dia, akan menyediakan semua layanan yang terintegrasi bagi pelaku usaha baik kawasan industri yang meliputi sejumlah sektor termasuk industri maritim, layanan berikat dan depo petikemas serta layanan ekspor-impor yang juga dilengkapi sejumlah dermaga maupun terminal dalam satu kawasan.
 
“Ini memang sebuah proyek besar, manajemen juga tengah melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak baik investor lokal maupun asing agar bisa bersama-sama mewujudkan proyek MISI tersebut,” tegasnya. (k21/sut)